Selasa, 14 Februari 2012

Teknik SEFT untuk mengatasi Obesitas

Obesitas atau kegemukan
Seringkali tidak disadari apa yang menyebabkannya. Ada yang beranggapan karena keturunan. padahal bukan keturunan itu yang menyebabkan melainkan makanan dan budaya yang sama yang menjadikan bila ibunya gemuk maka anaknya juga gemuk.
Jadi apa yang memicu obesitas? Berikut perlu di baca dulu apa kata dr. Asrul sebelum saya kupas bagaimana SEFT bisa mengatasi obesitas.


dr. Asrul** Kata Pengantar

Sahabatku R, kesehatan adalah harta yang sangat berharga, tanpa kesehatan hidup sia-sia, syukurilah kesehatan yang kita rasakan saat ini dengan mencegah penyakit karena mencegah penyakit lebih baik dari pada mengobati. Inilah yang harus kita pegang sebelum terlambat.Karena jika seseorang telah terserang penyakit yang parah ada kemungkinan menjadi cacat seperti penyakit stroke yang menyebabkan seseorang menjadi lumpuh.
 Contohnya adalah guru sma saya yang terkena stroke di usia yang masih sangat muda 42 thn. Sebagai seorang guru, dia tidak bisa lagi mengajar karena bicara sudah tidak jelas, jalannya pincang dan matanya kabur akibat stroke yang di derita, akibatnya menjadi cacat seumur hidup. Mengapa ini bisa terjadi padahal baru berumur 42 tahun? Sebab dia menganggap remeh penyakit hipertensi (darah tinggi) yang sudah dideritanya. Dia tidak mau minum obat tetapi tetap terus merokok 2 bungkus/hari di tambah dengan tubuhnya yang obesitas (gemuk), jadilah terserang stroke.
 Oleh karena itu mencegah lebih dari pada mengobati, biasakan untuk menerapkan pola hidup sehat seprti olahraga teratur, tidak merokok dan minum minuman beralkohol, tidak free sex, memperbanyak makan serat dan buah-buahan, dan mengatasi stress dengan baik.
 Ubah pola pikir (mind set) bahwa  MAMPU/BISA
Inilah pola pikir  yang harus di tanamkan dalam pikiran . Ketika mengatakan MAMPU atau bisa dalam pikiran, maka pikiran ini akan terbawa hingga ke alam bawah sadar, sehingga menimbulkan energi yang besar untuk membangkitkan semangat besar dalam perilaku dan usaha. Namun jika sudah mengatakan TIDAK MAMPU maka ini akan menyebabkan energi negatif yang melemahkan semangat sehingga 100% betul - betul tidak mampu sehingga otomatis mengalami kegagalan. Begitula pula pola mind set ini harus di pegang dalam semua aspek termasuk karir, bisnis atau dalam bidang apapun yang geluti. 
Prinsip MAMPU harus di pegang dalam segala bidang termasuk dalam usaha melawan obesitas. Tanamkan dalam diri bahwa anda MAMPU menurunkan berat badan, insya allah akan berhasil. Keberhasilan menurunkan berat badan tergantung dari pola pikir , kalau mengatakan MAMPU pasti MAMPU, namun jika pola pikir sudah mengatakan TIDAK MAMPU, sudah pasti akan gagal. Mulai sekarang yakinlah bahwa MAMPU!!! Menurunkan berat badan.
Berpikir dan yakin bahwa mampu diserta dengan usaha dengan sungguh-sungguh merupakan kunci keberhasilan dalam semua aspek kehidupan termasuk dalam hal usaha untuk menurunkan berat badan.

PENDAHULUAN
Sahabatku , Kali ini kita akan membahas hubungan antara stress dan obesitas. Umumnya para ahli pelangsingan dan nutrisi jarang sekali membahas hubungan stress dengan obesitas, mereka umumnya selalu membahas pola diet dan olahraga namun mengabaikan faktor stres padahal faktor stres sangat mempengaruhi obesitas.
 Ok , mari kita bahas hubungan stres dan obesitas
 Setiap hari kita pasti disibukkan dengan masalah keluarga, pekerjaan rumah tangga, pekerjaan, keuangan, percintaan hingga ke masalah  kemacetan lalu lintas membuat setiap orang yang tinggal dikota mudah terkena stress.
Lalu apakah stress selalu menyebabkan obesitas? Jawabannya adalah iya, tapi tidak semua orang. Sebagian orang kehilangan nafsu makan dan berat badan ketika mereka stress. Namun umumnya orang stress sering menyebabkan kegemukan. Hal ini akan menyulitkan seseorang untuk mempertahankan berat atau menurunkan berat badan.
Stress adalah respon dari berbagai jenis tekanan, dapat berupa tekanan fisik atau tekanan mental. Ketika seseoarang mengalami stress maka tubuh akan mengeluarkan 2 jenis hormon yang akan dilepaskan ke dalam darah sebagai bentuk reaksi terhadap stres yang diterima, yaitu hormon adrenalin dan kortisol. Kedua jenis hormon ini berfungsi  pada  saat keadaan gawat/emergency, yang butuh tindakan penyelamatan yang cepat.
Lalu bagaimana stress dapat menyebabkan obesitas?
Hal ini di sebabkan karena peran  dari hormon kostisol (kortisol ini dikenal sebagai hormon stress) yang berfungsi untuk mempercepat proses matabolisme karbohidrat, lemak dan protein untuk diubah menjadi gula darah sehingga kadar gula darah meningkat. Pada saat gula darah meningkat inilah tubuh merespon untuk mengubahnya kembali  menjadi lemak yang kemudian akan disimpan dalam tubuh. Sehingga terjadi penimbunan lemak.  Jumlah hormon kortisol yang dilepaskan tiap orang berbeda-beda, semakin tinggi hormon kortisol yang dilepaskan semakin tinggi kecenderungan seseorang makan lebih banyak karena bahan baku pembuatan hormon kortisol berasal dari lemak dan karbohidrat, sehingga jangan heran jika seseorang stress cenderung makan lebih banyak. Inilah penyebabnya, karena hormone kortisol yang dilepaskan tinggi pada saat seseorang mengalami stress.
Di satu sisi, stress juga dapat menyebabkan proses pembakaran kalori menjadi berkurang. Akibatnya kalori yang ada di dalam tubuh, akan diubah menjadi lemak. Selain itu stress juga menyebabkan kelainan perubahan emosi, dimana seseorang akan merasa lebih nyaman dengan makan apa saja yang ia dapatkan.  Tentu saja akan menyebabkan seseorang akan menjadi lebih gemuk karena nafsu makannya meningkat
Penting : Stress dapat menyebabkan seseorang menjadi lebih tua 9-17 thn
Hal ini berdasarkan penelitian dari Elisa Epel Ph.D, seorang psikolog dari Universitas California. Elisa Epel bersama timnya meneliti efek stress pada wanita pada tingkat sel, DNA dan kromosom. Pada saat seseorang mengalami stress maka kromosom dalam DNA akan mengijinkan Telomer (telomer adalah cabang dari kromosom) untuk replikasi lebih cepat dari waktunya sehingga mengakibatkan telomer yang terbentuk pendek sehingga telomer yang terbentuk tidak dapat melakukana replikasi selanjutnya sehingga akan mati lebih cepat dari waktunya. Berdasarkan panjang telomer inilah Elisa Epel memperkirakan penambahan usia 9-17 thn bagi seseorang yang mengalami stress, efek yang langsung di rasakan adalah kulit keriput dan pandangan mata yang rabun.
Tips menghadapi  stress :
1.       Bersikap RELAX dan berpikir positif (Positive Thinking), dengan berprinsip bahwa apapun yang terjadi pada diri anda,  ada hikmah dan manfaat yang dapat kamu ambil, Tidaklah Allah memberikan ujian kepada kamu karena kamu pasti mampu untuk melewatinya. Perbanyak ibadah dan pendekatan diri kepada Allah.
2.       Selalu berusaha untuk melakukan adaptasi sesuai kondisi dan keadaan yang ada di sekitar anda.
3.       Tetap melakukan aktivitas fisik seperti biasa, berolahaga teratur, makan seperti biasa dan makan suplemen/buah-buahan yang banyak mengandung antioksidan (vitamin C dan E)
4.       Perbanyak tertawa dan senyum. Nontonlah film/acara komedi. Hal ini akan menyebabkan kamu menjadi lebih relax dan memperbaiki mood/perasaan menjadi lebih baik.
5.       Melakukan aktivitas yang menyenangkan/yang kamu sukai seperti rekreasi, ke pantai, berenang, dan perbanyak kegiatan sosial.
6.       Selalu optimis dan jangan berputus asa
7.       Berikan perhatian lebih terhadap dirimu,pola makan dan tubuhmu. Hindari makan karbohidrat dan gula berlebihan, makanlah seperti biasanya.
Demikianlah penjelasan saya mengenai stres dan obesitas, semoga bermanfaat bagi , keluarga dan orang - orang yang di sekitar

...............bersambung....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar